Senin, 09 Mei 2016




KULTUM ISLAM MENGATASI GALAU

Pada kesempatan kultum kali ini saya akan  mengangkat tema tentang “CARA ISLAM MENGATASI GALAU”.
Zaman sekarang berbagai masalah makin kompleks. Entah itu komplikasi dari masalah keluarga yang tak kunjung selesai, masalah hutang yang belum terbayar, bingung karena ditinggal pergi pacar, ataupun masalah-masalah lain. Semuanya bisa membuat jiwa seseorang jadi kosong, lemah atau merana. Bahasa sekarang kita kenal sebagai “Galau!!”
Pada dasarnya, manusia adalah sesosok makhluk yang paling sering dilanda kecemasan.
...Jangankan kita manusia biasa, bahkan Rasulullah pun pernah mengalami keadaan-keadaan galau pada tahun ke-10 masa kenabiannya... Pada masa yang masyhur dengan ‘amul huzni (tahun duka cita) itu, beliau ditinggal wafat oleh pamannya, Abu Thalib, kemudian dua bulan disusul dengan wafatnya istri yang sangat beliau sayangi, Khadijah binti Khuwailid.
Wahai saudaraku, Jangan Galau, Innallaha Ma’ana!
Allah Ta’ala berfirman, “Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kami” (QS. At Taubah: 40)
Berikut ini adalah kunci dalam mengatasi rasa galau;
1.Sabar => Karena dengan kesabaran itulah seseorang akan lebih bisa menghadapi setiap masalah berat yang mendatanginya. Selain menenangkan jiwa, sabar juga dapat menstabilkan kacaunya akal pikiran
Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar” (Qs. Al-Baqarah 153).
2. Adukanlah semua itu kepada Allah => Allah sudah mengingatkan hamba-Nya di dalam ayat yang dibaca setiap muslim minimal 17 kali dalam sehari:
“Hanya kepada-Mulah kami menyembah, dan hanya kepada-Mulah kami meminta pertolongan” (QS. Al Fatihah 5)
....ketika keluhan itu diadukan kepada Sang Maha Pencipta, maka akan meringankan beban berat yang kita derita...
5-6.PNG3. Positive thinking => Karena dengan berpikir positif, maka segala bentuk-bentuk kesukaran dan beban yang ada dalam diri menjadi terobati.
Sebagaimana firman-Nya;
“Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” (Qs Al-Insyirah 5-6).
4. Dzikrullah (Mengingat Allah) => Karena dengan mengingat Allah segala persoalan yang dihadapi, maka jiwa akan menghadapinya lebih tenang.
28.PNGSebagaimana firman-Nya:

“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah lah hati menjadi tenteram” (Qs Ar-Ra’du 28).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar