KULTUM ISLAM MENGATASI GALAU
Pada kesempatan kultum kali ini saya
akan mengangkat tema tentang “CARA ISLAM MENGATASI GALAU”.
Zaman sekarang berbagai masalah
makin kompleks. Entah itu komplikasi dari masalah keluarga yang tak kunjung
selesai, masalah hutang yang belum terbayar, bingung karena ditinggal pergi
pacar, ataupun masalah-masalah lain. Semuanya bisa membuat jiwa seseorang jadi
kosong, lemah atau merana. Bahasa sekarang kita kenal sebagai “Galau!!”
Pada dasarnya, manusia adalah sesosok makhluk yang paling
sering dilanda kecemasan.
...Jangankan kita manusia biasa, bahkan Rasulullah pun
pernah mengalami keadaan-keadaan galau pada tahun ke-10 masa kenabiannya... Pada
masa yang masyhur dengan ‘amul huzni (tahun duka cita) itu, beliau
ditinggal wafat oleh pamannya, Abu Thalib, kemudian dua bulan disusul dengan
wafatnya istri yang sangat beliau sayangi, Khadijah binti Khuwailid.
Wahai saudaraku, Jangan Galau, Innallaha Ma’ana!
Allah Ta’ala berfirman, “Janganlah engkau bersedih,
sesungguhnya Allah bersama kami” (QS. At Taubah: 40)
Berikut
ini adalah kunci dalam mengatasi rasa galau;
Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya Allah bersama
orang-orang yang sabar” (Qs. Al-Baqarah 153).
“Hanya kepada-Mulah kami menyembah, dan hanya kepada-Mulah
kami meminta pertolongan” (QS. Al
Fatihah 5)
....ketika keluhan itu diadukan kepada Sang Maha Pencipta,
maka akan meringankan beban berat yang kita derita...
3. Positive thinking => Karena dengan berpikir positif, maka segala bentuk-bentuk kesukaran
dan beban yang ada dalam diri menjadi terobati.
Sebagaimana firman-Nya;
“Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” (Qs Al-Insyirah 5-6).
4. Dzikrullah (Mengingat Allah) => Karena dengan mengingat Allah segala persoalan yang
dihadapi, maka jiwa akan menghadapinya lebih tenang.
Sebagaimana
firman-Nya:
“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram
dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah lah hati menjadi
tenteram” (Qs Ar-Ra’du 28).